Meneropong 2015
oleh Eko Wahyudi Sagino
Menjelang
tahun 2012 dan mengakhiri 2011 ini, sangat tepat sebagai bahan renungan
bersama, renungan atas kepemimpinan dijaman sekarang abad XI, yang
dikenal abad perang ekonomi global. Baik kepemimpinan nasional maupun
local Kabupaten Kebumen sudah memiliki atau belum memiliki pemimpin pro
perubahan ? pro infestasi usaha kecil dan atakah investasi besar,
ataukah sudah bersinergitas kebersamaan bagi peran, pemimpin loyalitas
tanpa lelah pamrih, pemimpin kepedulian social secara nyata, dan mampu
membaca arah perubahan dari kebutuhan masyarakat.
5 tahun kedepan
tahun 2015, apakah pemimpin tua atau pemimpin muda sama artinya pemimpin
rakyat atau pemimpin bonsai kapitalis pada 2015, ataukah mempunyai visi
dan misi jelas pro masyarakat kecil atau tidak, atau juga dengan tetap
memegang prinsip kuat memegang prinsip “gandrung keadilan” serta tidak
jiwa menindas kehidupan serta mampu membawa keyakinan dan mampu
terhindar dari penindasan sistemik kehidupan diteritorial yang berbasis
“abangan agraris tradisionil” ini.
Kebumen pada Tahun 2015 adalah
angka sebuah jam perubahan, detik sinergitas, dan moment tepat
bergairahnya seorang pemimpin muda pembangkit peradaban, demi angka
keterpurukan atas sebuah makna laju arus kencangnya sebuah gelombang
globalisasi pasar bebas 2000, ACFTA 2012. Dibutuhkan kepemimpinan arif
dan bijaksana dan tidak suka menipu dan ribuan janji, sebab 2015 warga
masyarakat kebumen 124 juta sudah pintar, maka warga akan menatap
bersama pemimpin dari sebuah keinginan kebelengguan, kebosanan hidup dan
rasa keinginan memilki Kebumen dari sebuah peradaban penyelamatan
kebudayaan yang rusak dan menindas kearah masyarakat untuk lebih maju,
Tahun 2015, merupakan angka Kebumen bermoto beriman 81 tahun hari jadi
Kebumen yang di jumlahkan sehingga melahirkan angka 9. Angka kemenangan
bagi seluruh warga dari serbuan kebijakan politik, kebijakan ekonomi,
kebijakan hukum, kebijakan hak asasi, kebijakan kenyamanan dan
ketentraman hidup atas pelayanan pemerintah menuju nilai budaya lebih
tinggi dan maju, serta tetap mengikuti gelombang pembangunan dari Negara
dunia pertama dan kapitalis yang hari ini masuk dalam kebijakan tata
pemerintah pusat sampai daerah dan puluhan ribuan desa di Indonesia
termasuk kebumen.
Seyogyanya Kebumen tahun 2015 dibutuhkan juga
kebersamaan semua pihak, baik masyarakat, pengusaha, birokrat, swasta
serta semua elemen kelompok masyarakat kebumen miskin atau kaya, pejabat
atau buruh tani, pengusaha kecil desa dan pengusah besar bersatu
berkeyakinan bersama-sama kita mampu mendobrak Kebumen kearah setara
dengan daerah lain.
Salah satunya Kebumen pada tahun 2015 para
Stakeholder tersebut, adalah komponen yang sangat menentukan perubahan
dimasa akan datang. Stakeholder itu menjadi sebuah angka 9 “angka
keramat” yang selalu dikawal dalam menentukan kepemimpinan muda di Kota
kecil “beriman ini”. Tanpa adanya persatuan kepemimpinan dari
stakeholder tersebut, mudah dipecah belah antar kelompok, demi atas nama
kepentingan sesaat.
Percaya diri untuk bersatu
Bagi pemimpin
muda 2015 harus muncul dan berani tampil dan mendobrak jaman perang
ekonomi global, dengan menggerakan program pembangunan Kebumen yang
berkelanjutan, sebagai dasar dari keinginan suci masyarakat, bukan
keinginan system capital feodal atau sistem kepentingan diluar orang
Kebumen yang hanya sekedar memanfaatkan potensi atau kekayaan alam, baik
kekayaan SDM, SDA, dan kekayaan kebudayaan atas keaslian peradaban
warga Kebumen.
Pemimpin muda 2015 juga sebagai bentuk pelopor
kearifan lokal, sebagai gerakan pemimpin percaya diri untuk bersatu
sebagai jati diri Kebumen. kunci itu, pemimpin pelopor kearifan local
sebagai motor dari pada kemajuan pada masa datang dengan tetap yakin dan
percaya atas “percaya diri keyakinan untuk bersamaan”
Kepercayaan
diri ini yang menjadi bentuk perubahan kebduayaan, bentuk cara berpikir
dan bertindak secara bersama dengan langkah dan cara yang beda, dengan
tetap satu tujuan satu visi dan satu misi dalam menggerakaan pembangunan
partisipatif antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Hal ini bukan
susah dan mudah ? sebab dalam menggerakan perubahan peradaban asli
kebudayaan masyarakat kebumen, sangatlah susah dan sangat tidak mungkin,
maka perlu diniati iklas perjuangan hati.
Secara kuantitatif,
Jumlah penduduk diawal tahun 2012 1,24 jiwa ini, sudah ada segudang
pekerjaan yang harus diatasi dengan tetap 2015’ yakni “keyakinan bersama
untuk percaya diri”, akan membangkitkan kutub emosi positif dengan
tersalurkan gagasan dan ide bersama-sama sebagai bentuk kepedulian kita
meraih masa depan yang tidak buruk, masa depan anak cucu kita yang
gemilang atas beban persoalan social yang hari ini kita hadapi.
Persoalan besar
Kenyataan awal tahun 2012 Kebumen kita di beri predikat daerah nomor 2
miskin se Jawa Tengah dari 35 kabupaten/kota, hal ini beban berat dan
persoalan nyata, didukung angka tunjukan pada nilai moneter ekonomi yang
tidak mendukung indeks 3 besar pertumbuhan ekonomi se jateng, tetapi
yang tidak jelas dan tidak bisa dipahami, karena ada bukti real nilai
UMK (upah minimum kabupaten) hanya Rp 770 ribu, dan defisit APBD pada
awal menjadi beban pada RAPBD 2012, menggerakan sector reel, dan
supermasi hukum yang tidak jelas, serat nilai kebudayan pola pikir warga
Kebumen kalah jauh dengan daerah lainnya, artinya disini ada persoalan
besar dan amat besar yang harus diatasi bersama bersatu,
2012 ini
bukan hanya perlu ditata kembali, atau diformat defrag politik
pencitraan kembali saja, tetapi dicari benang merah kekurangan dan
ketidaksempurnaan program pembangunan sealama ini. Apakah program
pembangunan jangka pendek 5 tahun? yang tidak tepat sasaran, ataukah
ada pola pembangunan jangka panjang 25 yang tidak sesuai dengan
keinginan masyarakat, ataukah ada system kehidupan birokrasi,
legislatife dan penntu kebijakan yang tidak memahami penyakit warga
Kebumen,
Mulai sekarang 2012 awal ini, perlu adanya evaluasi budaya
bersama, sebagai bentuk kepedulian tahunan sebagai cara menuju diagnose
penyakit kita. Selain tetap mencari perubahan, mencari cara pandang dan
mencari pola pembangunan yang lebih tertata sesuai dengan kenyataan
kebutuhan pembangunan fisik, badan dan moral SDM/SDA masyarakat Kebumen.
Timbul pertanyaan Mulai dari mana itu semua? dan bagaimana caranya?
untuk di mulai perubahan kebudayaan sistem masyarakat Kebumen yang
terpuruk?. Apakah Mulai dari diri kita sendiri? Ataukah keyakinan
kebersamaan “bersama-bersatu” untuk mengakui ketidaksempurnaan kita,
serta kesalahan massal dan ketidakbisaan massal. Apakah perlua adanya
pencarian jati diri secara bersama siapa kita sebenarnya? Dan siapa
mereka sebenarnya?
Siapa mereka, kenapa keadaan begini, tentunya
diperlukan cara untuk memulai keyakinan pribadi individu, kemlompok
yang kemudian diyakni dengan kebersamaan menuju pola pikir kebudayaan
kita, tanpa kebersamaan yang kuat, maka tetap Kebumen stagnan dan
berjalan di tempat.
Solusi bersama-bersatu
Solusi
“bersama-bersatu” dalam bekerja menyelamatkan persoalan diatas, di mulai
dari itu semua awal “keyakinan menata bersama untuk percaya diri”
dengan tanpa ragu-ragu. “keyakinan bersatu, bersama untuk percaya diri”
ini akan mengatasi kekurangan dan kelemahan yang di miliki kiat
bersama, ada gambaran di tahun 2015 yang dipersiapkan 2012 awal tahun
ini yakni 2015’ yakni “keyakinan bersama bersatu” untuk percaya diri,
diimplementasikan solusi langkah bersama, saya tawarkan item sebagai
berikut:
1. Keyakinan bersama-bersatu pada ruang peran , misalnya
kjeterlibatan masyarakat, swasta dan masyarakat untuk mendorong Program
pemerintah untuk pembangunan sesuai dengan ciri dan karakter peradaban
kehidupan masyarakat yang kita miliki,
2. Keyakinan
bersama-bersatu pada kebijakan orang lemah, dibutuhkan program
pembangunan yang jelas memihak pada masyarakat, alas an kuat karena
adanya wilayah pedesaan, pesisir, pegunungan dan perkotaan masih banyak
angka garis kemiskinan,
3. Keyakinan bersama-bersatu di ruang
keterlibatan planning Kebumen, yang diterjemahkan RPJP 5 tahun dan RPJM
25 tahunan, agar lebih ditekankan pada pembangunan masyarakat berbasis
skill, dan sebagai ruang inti pelaksana planing,
4, Keyakinan
bersama-bersatu diruang ekonomi, yakni adanya arah pembangunan yang
bisa mengimbangi ekonomi global pasar bebas, dengan cara melawan gerakan
pasar bebas yakni; gerakan memproduksi massal orang desa (156 desa dan 7
kelurahan) untuk bersaing merebut pasar dunia,
5, Keyakinan
bersama-bersatu diruang penataan pendidikan pertanian, dengan percepatan
pembangunan dibasis agribisnis pertanian dengan cara; mendirikan
sekolah, kursus atau balai latihan kerja pertanian di tiap desa, dan
menggerakan kelompok tani perdesa dari 90 % lumbung desa yang mati,
6. Keyakinan bersama-bersatu di ruang permodalan atas usaha kecil
desa, dengan menerapkan “kemudahan permodalan tanpa jaminan “untuk
menggerakan sector real ekonomi dengan“ pinjaman tanpa bunga bagi orang
miskin, dengan subsidi silang dari orang kaya,
7. Keyakinan
bersama-bersatu diruang pendidikan formal dan non formal, dengan
menerapkan kurikulkum pendidikan yang sesuai dengan potensi yang ada
dilingkungan sekitar Kebumen, dikuranginya kurikulum yang mengaraha
output tanpa skill, karena banyak anak sekolah tidak bias kerja karena
sistemnya nilai formalitas, bukan kelimuwan ketrampilan,
8.
Keyakinan bersama-bersatu di ruang budaya teknologi, dengan mencipatakan
produksi teknologi massal orang-orang desa, baik secara sinergitas
dengan membuat produk local yang lebih unggul dan lemah secara bersama
dalam kolaisi menggerakan wirausaha, dengan membuat motor Kebumen, mobil
kebumen, baju batik kebumen, makanan kebumen untuk go international.
9. Keyakinan bersama-bersatu pada ruang mimbar demokrasi, dengan
membuka ruang kosong kepada tokoh masyarakat, warga miskin, petani,
buruh, atau siapapun untuk bias diberi di ruang dalam hak asasi
politik. Dengan mmebeikan tempat ormas /orsosospol/lembaga untuk sebagai
control dan balance kebijakan eksekutif dan legislatife.
Tahun
2015 perlu dibutuhkan pemimpin muda tahu penyakit masyuarakat,
problematiak pembangunan, anti korupsi, serta mampu mempersatukan
perbedaan masyarakat, dedikasi tinggi pengabdian, mampu menjadi pendidik
mediator masyarakat, pemimpin perangsang masyarakat untuk bangkit,
pemimpin penjaga atas kebudayaan asli kebumen, pemimpin tidak meindas,
pemimpin rakyat-bukan pemimpin penguasa kekuasaan, dan pemimpin muda
bertipe berani untuk tidak mendapatkan apa-apa sebagai bupati kebumen =
pemimpin rakyat, dan siap rugi secara materi, membawa pembaharuan tujuan
keadilan, kenyamanan, kebahagiaan jasmani dan rokhani, serta kedukaan
bersama, dan tetap memiliki keyakinan bersama-sama hidup menderita
bersama siapapapun warna kulit, dan latar belakang.
Menjelang
tahun 2012 dan mengakhiri 2011 ini, sangat tepat sebagai bahan renungan
bersama, renungan atas kepemimpinan dijaman sekarang abad XI, yang
dikenal abad perang ekonomi global. Baik kepemimpinan nasional maupun
local Kabupaten Kebumen sudah memiliki atau belum memiliki pemimpin pro
perubahan ? pro infestasi usaha kecil dan atakah investasi besar,
ataukah sudah bersinergitas kebersamaan bagi peran, pemimpin loyalitas
tanpa lelah pamrih, pemimpin kepedulian social secara nyata, dan mampu
membaca arah perubahan dari kebutuhan masyarakat.
5 tahun kedepan
tahun 2015, apakah pemimpin tua atau pemimpin muda sama artinya pemimpin
rakyat atau pemimpin bonsai kapitalis pada 2015, ataukah mempunyai visi
dan misi jelas pro masyarakat kecil atau tidak, atau juga dengan tetap
memegang prinsip kuat memegang prinsip “gandrung keadilan” serta tidak
jiwa menindas kehidupan serta mampu membawa keyakinan dan mampu
terhindar dari penindasan sistemik kehidupan diteritorial yang berbasis
“abangan agraris tradisionil” ini.
Kebumen pada Tahun 2015 adalah
angka sebuah jam perubahan, detik sinergitas, dan moment tepat
bergairahnya seorang pemimpin muda pembangkit peradaban, demi angka
keterpurukan atas sebuah makna laju arus kencangnya sebuah gelombang
globalisasi pasar bebas 2000, ACFTA 2012. Dibutuhkan kepemimpinan arif
dan bijaksana dan tidak suka menipu dan ribuan janji, sebab 2015 warga
masyarakat kebumen 124 juta sudah pintar, maka warga akan menatap
bersama pemimpin dari sebuah keinginan kebelengguan, kebosanan hidup dan
rasa keinginan memilki Kebumen dari sebuah peradaban penyelamatan
kebudayaan yang rusak dan menindas kearah masyarakat untuk lebih maju,
Tahun 2015, merupakan angka Kebumen bermoto beriman 81 tahun hari jadi
Kebumen yang di jumlahkan sehingga melahirkan angka 9. Angka kemenangan
bagi seluruh warga dari serbuan kebijakan politik, kebijakan ekonomi,
kebijakan hukum, kebijakan hak asasi, kebijakan kenyamanan dan
ketentraman hidup atas pelayanan pemerintah menuju nilai budaya lebih
tinggi dan maju, serta tetap mengikuti gelombang pembangunan dari Negara
dunia pertama dan kapitalis yang hari ini masuk dalam kebijakan tata
pemerintah pusat sampai daerah dan puluhan ribuan desa di Indonesia
termasuk kebumen.
Seyogyanya Kebumen tahun 2015 dibutuhkan juga
kebersamaan semua pihak, baik masyarakat, pengusaha, birokrat, swasta
serta semua elemen kelompok masyarakat kebumen miskin atau kaya, pejabat
atau buruh tani, pengusaha kecil desa dan pengusah besar bersatu
berkeyakinan bersama-sama kita mampu mendobrak Kebumen kearah setara
dengan daerah lain.
Salah satunya Kebumen pada tahun 2015 para
Stakeholder tersebut, adalah komponen yang sangat menentukan perubahan
dimasa akan datang. Stakeholder itu menjadi sebuah angka 9 “angka
keramat” yang selalu dikawal dalam menentukan kepemimpinan muda di Kota
kecil “beriman ini”. Tanpa adanya persatuan kepemimpinan dari
stakeholder tersebut, mudah dipecah belah antar kelompok, demi atas nama
kepentingan sesaat.
Percaya diri untuk bersatu
Bagi pemimpin
muda 2015 harus muncul dan berani tampil dan mendobrak jaman perang
ekonomi global, dengan menggerakan program pembangunan Kebumen yang
berkelanjutan, sebagai dasar dari keinginan suci masyarakat, bukan
keinginan system capital feodal atau sistem kepentingan diluar orang
Kebumen yang hanya sekedar memanfaatkan potensi atau kekayaan alam, baik
kekayaan SDM, SDA, dan kekayaan kebudayaan atas keaslian peradaban
warga Kebumen.
Pemimpin muda 2015 juga sebagai bentuk pelopor
kearifan lokal, sebagai gerakan pemimpin percaya diri untuk bersatu
sebagai jati diri Kebumen. kunci itu, pemimpin pelopor kearifan local
sebagai motor dari pada kemajuan pada masa datang dengan tetap yakin dan
percaya atas “percaya diri keyakinan untuk bersamaan”
Kepercayaan
diri ini yang menjadi bentuk perubahan kebduayaan, bentuk cara berpikir
dan bertindak secara bersama dengan langkah dan cara yang beda, dengan
tetap satu tujuan satu visi dan satu misi dalam menggerakaan pembangunan
partisipatif antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Hal ini bukan
susah dan mudah ? sebab dalam menggerakan perubahan peradaban asli
kebudayaan masyarakat kebumen, sangatlah susah dan sangat tidak mungkin,
maka perlu diniati iklas perjuangan hati.
Secara kuantitatif,
Jumlah penduduk diawal tahun 2012 1,24 jiwa ini, sudah ada segudang
pekerjaan yang harus diatasi dengan tetap 2015’ yakni “keyakinan bersama
untuk percaya diri”, akan membangkitkan kutub emosi positif dengan
tersalurkan gagasan dan ide bersama-sama sebagai bentuk kepedulian kita
meraih masa depan yang tidak buruk, masa depan anak cucu kita yang
gemilang atas beban persoalan social yang hari ini kita hadapi.
Persoalan besar
Kenyataan awal tahun 2012 Kebumen kita di beri predikat daerah nomor 2
miskin se Jawa Tengah dari 35 kabupaten/kota, hal ini beban berat dan
persoalan nyata, didukung angka tunjukan pada nilai moneter ekonomi yang
tidak mendukung indeks 3 besar pertumbuhan ekonomi se jateng, tetapi
yang tidak jelas dan tidak bisa dipahami, karena ada bukti real nilai
UMK (upah minimum kabupaten) hanya Rp 770 ribu, dan defisit APBD pada
awal menjadi beban pada RAPBD 2012, menggerakan sector reel, dan
supermasi hukum yang tidak jelas, serat nilai kebudayan pola pikir warga
Kebumen kalah jauh dengan daerah lainnya, artinya disini ada persoalan
besar dan amat besar yang harus diatasi bersama bersatu,
2012 ini
bukan hanya perlu ditata kembali, atau diformat defrag politik
pencitraan kembali saja, tetapi dicari benang merah kekurangan dan
ketidaksempurnaan program pembangunan sealama ini. Apakah program
pembangunan jangka pendek 5 tahun? yang tidak tepat sasaran, ataukah
ada pola pembangunan jangka panjang 25 yang tidak sesuai dengan
keinginan masyarakat, ataukah ada system kehidupan birokrasi,
legislatife dan penntu kebijakan yang tidak memahami penyakit warga
Kebumen,
Mulai sekarang 2012 awal ini, perlu adanya evaluasi budaya
bersama, sebagai bentuk kepedulian tahunan sebagai cara menuju diagnose
penyakit kita. Selain tetap mencari perubahan, mencari cara pandang dan
mencari pola pembangunan yang lebih tertata sesuai dengan kenyataan
kebutuhan pembangunan fisik, badan dan moral SDM/SDA masyarakat Kebumen.
Timbul pertanyaan Mulai dari mana itu semua? dan bagaimana caranya?
untuk di mulai perubahan kebudayaan sistem masyarakat Kebumen yang
terpuruk?. Apakah Mulai dari diri kita sendiri? Ataukah keyakinan
kebersamaan “bersama-bersatu” untuk mengakui ketidaksempurnaan kita,
serta kesalahan massal dan ketidakbisaan massal. Apakah perlua adanya
pencarian jati diri secara bersama siapa kita sebenarnya? Dan siapa
mereka sebenarnya?
Siapa mereka, kenapa keadaan begini, tentunya
diperlukan cara untuk memulai keyakinan pribadi individu, kemlompok
yang kemudian diyakni dengan kebersamaan menuju pola pikir kebudayaan
kita, tanpa kebersamaan yang kuat, maka tetap Kebumen stagnan dan
berjalan di tempat.
Solusi bersama-bersatu
Solusi
“bersama-bersatu” dalam bekerja menyelamatkan persoalan diatas, di mulai
dari itu semua awal “keyakinan menata bersama untuk percaya diri”
dengan tanpa ragu-ragu. “keyakinan bersatu, bersama untuk percaya diri”
ini akan mengatasi kekurangan dan kelemahan yang di miliki kiat
bersama, ada gambaran di tahun 2015 yang dipersiapkan 2012 awal tahun
ini yakni 2015’ yakni “keyakinan bersama bersatu” untuk percaya diri,
diimplementasikan solusi langkah bersama, saya tawarkan item sebagai
berikut:
1. Keyakinan bersama-bersatu pada ruang peran , misalnya
kjeterlibatan masyarakat, swasta dan masyarakat untuk mendorong Program
pemerintah untuk pembangunan sesuai dengan ciri dan karakter peradaban
kehidupan masyarakat yang kita miliki,
2. Keyakinan
bersama-bersatu pada kebijakan orang lemah, dibutuhkan program
pembangunan yang jelas memihak pada masyarakat, alas an kuat karena
adanya wilayah pedesaan, pesisir, pegunungan dan perkotaan masih banyak
angka garis kemiskinan,
3. Keyakinan bersama-bersatu di ruang
keterlibatan planning Kebumen, yang diterjemahkan RPJP 5 tahun dan RPJM
25 tahunan, agar lebih ditekankan pada pembangunan masyarakat berbasis
skill, dan sebagai ruang inti pelaksana planing,
4, Keyakinan
bersama-bersatu diruang ekonomi, yakni adanya arah pembangunan yang
bisa mengimbangi ekonomi global pasar bebas, dengan cara melawan gerakan
pasar bebas yakni; gerakan memproduksi massal orang desa (156 desa dan 7
kelurahan) untuk bersaing merebut pasar dunia,
5, Keyakinan
bersama-bersatu diruang penataan pendidikan pertanian, dengan percepatan
pembangunan dibasis agribisnis pertanian dengan cara; mendirikan
sekolah, kursus atau balai latihan kerja pertanian di tiap desa, dan
menggerakan kelompok tani perdesa dari 90 % lumbung desa yang mati,
6. Keyakinan bersama-bersatu di ruang permodalan atas usaha kecil
desa, dengan menerapkan “kemudahan permodalan tanpa jaminan “untuk
menggerakan sector real ekonomi dengan“ pinjaman tanpa bunga bagi orang
miskin, dengan subsidi silang dari orang kaya,
7. Keyakinan
bersama-bersatu diruang pendidikan formal dan non formal, dengan
menerapkan kurikulkum pendidikan yang sesuai dengan potensi yang ada
dilingkungan sekitar Kebumen, dikuranginya kurikulum yang mengaraha
output tanpa skill, karena banyak anak sekolah tidak bias kerja karena
sistemnya nilai formalitas, bukan kelimuwan ketrampilan,
8.
Keyakinan bersama-bersatu di ruang budaya teknologi, dengan mencipatakan
produksi teknologi massal orang-orang desa, baik secara sinergitas
dengan membuat produk local yang lebih unggul dan lemah secara bersama
dalam kolaisi menggerakan wirausaha, dengan membuat motor Kebumen, mobil
kebumen, baju batik kebumen, makanan kebumen untuk go international.
9. Keyakinan bersama-bersatu pada ruang mimbar demokrasi, dengan
membuka ruang kosong kepada tokoh masyarakat, warga miskin, petani,
buruh, atau siapapun untuk bias diberi di ruang dalam hak asasi
politik. Dengan mmebeikan tempat ormas /orsosospol/lembaga untuk sebagai
control dan balance kebijakan eksekutif dan legislatife.
Tahun
2015 perlu dibutuhkan pemimpin muda tahu penyakit masyuarakat,
problematiak pembangunan, anti korupsi, serta mampu mempersatukan
perbedaan masyarakat, dedikasi tinggi pengabdian, mampu menjadi pendidik
mediator masyarakat, pemimpin perangsang masyarakat untuk bangkit,
pemimpin penjaga atas kebudayaan asli kebumen, pemimpin tidak meindas,
pemimpin rakyat-bukan pemimpin penguasa kekuasaan, dan pemimpin muda
bertipe berani untuk tidak mendapatkan apa-apa sebagai bupati kebumen =
pemimpin rakyat, dan siap rugi secara materi, membawa pembaharuan tujuan
keadilan, kenyamanan, kebahagiaan jasmani dan rokhani, serta kedukaan
bersama, dan tetap memiliki keyakinan bersama-sama hidup menderita
bersama siapapapun warna kulit, dan latar belakang.